Space Iklan Space Iklan Space Iklan Space Iklan

Akibat Kelamaan Duduk

Bookmark and Share
Akibat Kelamaan Duduk


REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Ini berita tak menyenangkan bagi pekerja kantor yang biasa duduk sepanjang waktu saat bekerja. Para ilmuwan telah mengungkapkan bahwa duduk untuk jangka waktu yang lama benar-benar memberikan peluang bagian belakang dan bawah tubuh menjadi lebih besar.
Penelitian mengejutkan menemukan bahwa tekanan yang dibebankan pada area tubuh yang digunakan untuk duduk atau berbaring memproduksi hingga 50 persen lemak lebih banyak pada bagian-bagian yang terisolasi.Apalagi dikombinasikan dengan diet yang kuarng sehat dan tubuh kurang gerak.
Studi ini menjelaskan untuk pertama kalinya menggambarkan bahhkan mereka dengan diet sehat dan kebiasaan berolahraga akan terpengaruh jika mereka menghabiskan waktu yang lama untuk duduk di belakang meja.
Para peneliti menemukan bahwa sel-sel preadipocyte - prekursor untuk sel-sel lemak - berubah menjadi sel lemak dan menghasilkan bahkan lebih banyak lemak saat 'terdiam' pada kurun waktu berkepanjangan - saat berat badan ditumpukan pada jaringan tubuh kita ketika kita duduk atau berbaring.
Dengan mempelajari gambar MRI dari jaringan otot pasien lumpuh oleh cedera tulang belakang, dari waktu ke waktu, baris sel-sel lemak menyerang otot-otot utama dalam tubuh.
Dalam uji laboratorium, serangkatan preadipocytes dirangsang dengan glukosa atau insulin untuk mengubahnya menjadi sel-sel lemak. Mereka kemudian ditempatkan pada sel individu dalam perangkat sel peregangan, melampirkan mereka ke substrat fleksibel dan elastis. Kelompok uji sel dibentang secara konsisten untuk jangka waktu yang lama, yang mewakili perpanjangan masa duduk atau berbaring, sementara kelompok kontrol sel tidak.
Para peneliti mencatat perkembangan tetesan cairan dalam pengujian kedua kelompok. Hasilnya, pada saat sel-sel mencapai kematangan, kelompok yang menerima mekanik peregangan telah mengembangkan 50 persen lebih banyak lemak daripada kelompok kontrol.
Profesor Amit Gefen, dari Tel Aviv University, mengatakandari penelitian disimpulkan obesitas adalah lebih dari sekedar ketidakseimbangan kalori. "Sel sendiri juga responsif terhadap lingkungan mekanik mereka. Sel lemak memproduksi trigliserida lebih [bentuk utama dari lemak yang tersimpan dalam tubuh], dan.. pada tingkat yang lebih cepat, bila terkena peregangan statis," katanya.
Karenanya kata Profesor Gefen, bila ingin berat tubuh seimbang, tak hanya asupan kalori yang diperhatikan, tapi juga tubuh harus bergerak. Penelitian ini telah dipublikasikan dalam American Journal of Physiology.


SUMBER yahoo
 
beritasehari